Baik Buruk Konsumsi Garam Untuk Kesehatan

Pola hidup sehat – Manfaat garam dalam kehidupan kita sudah pasti memiliki peran penting, terutama dalam sistem metabolisme tubuh. Pada dosis tertentu, garam aman untuk dikonsumsi secara rutin. Dapat disajikan dalam sayuran atau lauk. Tetapi pada kondisi tertentu, tubuh mengalami penolakan akan besaran dosis yang di konsumsi, sampai akhirnya memerlukan sebuah program diet rendah garam. Baik buruk konsumsi garam untuk kesehatan perlu diperhatikan agar tubuh dapat mengolah garam yang mengalir ke seluruh aliran darah dengan lancar dan tidak menimbulkan penyakit berkelanjutan.

Konsumsi Garam
Image by Goog;e

Garam untuk kesehatan mengandung sodium yang diperlukan oleh tubuh kita untuk fungsi otot, saraf, serta untuk mengelola tekanan dan volume darah. Akan tetapi kebanyakan dari kita pada umumnya terlalu tinggi mengkonsumsi garam daripada jumlah yang disarankan setiap hari. Pada kebanyakan masakan, kurang garam tentu tak nilkmat. Pada beberapa orang, tanpa menambahkan garam meja pada masakan seperti soto atau bakso dirasa kurang nikmat. Dan kebanyakan makanan restoran dan makanan kaleng atau olahan seringkali mengandung garam yang sangat tinggi sodium atau natrium – yaitu sekitar 80 persen dari garam yang kita makan berasal dari sumber-sumber ini.

MANFAAT GARAM UNTUK KESEHATAN
Pola hidup sehat yang benar adalan mengatur kadar garam untuk kesehatan memang perlu dikontrol agar tidak berlebihan. Terlepas dari sisi negatif garam jika terlalu banyak konsumsi, garam sangat bermanfaat bagi tubuh untuk membantu organ tubuh kita bekerja dengan baik. Untuk lebih jelasnya, berikut peran garam untuk organ tubuh :

1. Garam untuk kesehatan – Menjaga Fungsi Kinerja Jantung
Ketidakseimbangan sodium di dalam tubuh menyebabkan berbagai macam penyakit. Salah satu penyakit dikarenakan kurangnya sodium dalam tubuh yaitu penyakit jantung. Ketidakseimbangan kadar sodium dalam tubuh memicu kontraksi jantung yang tidak normal dan berisiko terjadi serangan jantung.

2. Garam untuk kesehatan – Mengatur Tekanan Darah dan Kadar Gula dalam Darah
Kandungan sodium dapat memperbaiki keseimbangan cairan di dalam tubuh serta mengatur tekanan darah. Lalu dalam kandungan sodium yang terdapat dalam berbagai macam makanan dapat menjaga dan mengatur kadar gula dalam darah.

3. Garam untuk kesehatan – Membantu Melancarkan Pencernaan
Anda sering merasa sembelit dan susah buang air besar? Mungkin tubuh Anda kekurangan sodium. Ya, fungsi dari sodium ini ternyata dapat membantu fungsi penyerapan di dalam tubuh. Mengonsumsi garam di dalam makanan Anda dapat membantu penyerapan zat nutrisi yang terkandung di dalam makanan Anda.

Dari ketiga hal tersebut, garam memang diperlukan untuk tubuh, terutama proses metabolisme aliran yang mengalir ke seluruh tubuh.

BAIK BURUK KONSUMSI GARAM
Sebagai bumbu masak, sedikit garam ditaburkan pada hidangan manis, akan menambah citarasa masakan. Memberikan sedikit garam saat mengocok putih telur untuk meringue dapat membuat puih telur mengembang lebih sempurna dan lebih cepat kaku. Sedikit garam ditaburkan dalam rebusan sayuran akan membuat citarasa sayuran lebih menonjol.

Garam juga digunakan sebagai pengawet alami, contohnya dalam proses pembuatan ikan asin, telur asin, kecap, saus ikan dll. Manfaat lain dari garam adalah mampu mengurangi rasa pahit pada pare dan menghilangkan getah yang menimbulkan rasa gatal di tenggorokan ketika menyantap nanas.

Adakah sisi positifnya bagi kesehatan tubuh? Ada, kandungan natrium (Na) dari senyawa kristal NaCl berfungsi menjaga keseimbangan asam-basa di dalam sel-sel tubuh dan menjaga kelancaran transfer senyawa ke dalam dan ke luar sel yang berhubungan dengan gerakan otot, selain juga menjaga transmisi impuls saraf. Sedangkan ion Cl (klorida) dalam garam juga bermanfaat menjaga keseimbangan asam-basa karena Cl bersifat asam.

Jadi, mengapa berlebihan mengonsumsi garam menyebabkan tekanan darah meningkat? Sifat garam yang mengikat air menyebabkan darah menjadi lebih kental. Dan ini meningkatkan tekanan darah. Penderita penyakit jantung dan bengkak tungkai juga wajib mengurangi asupan garam.

Tidak hanya itu, penderita penyakit ginjal, keracunan kehamilan (toxemia gravidarum), dan gangguan hati, termasuk mereka yang sedang menjalani pengobatan dengan obat-obat golongan kortikosteroid juga perlu mengurangi konsumsi garam.

Meskipun demikian, kekurangan garam (disebabkan terlalu ketat pantang garam), juga bisa membahayakan kesehatan. Kekurangan sodium dan klor secara drastis bisa membebani ginjal dengan gejalanya berupa pembengkakan (oedema).

Sodium merupakan salah satu elektrolit utama dalam tubuh di samping potassium (kalium), magnesium, dan kalsium yang berkenaan dengan saraf. Dan semua elektrolit tersebut ada dalam kandungan garam dapur. Meskipun begitu, terlalu banyak maupun terlalu sedikit konsumsi garam tetap dapat mencederai tubuh (seperti sering keram, rasa pening dan lain-lain masalah neurologis).

Dari penjelasan diatas. Ada sisi baik dan sisi buruk konsumsi garam bagi kesehatan tubuh. Pada setiap orang memiliki kecenderungan berbeda saat tubuh meng-absorbsi kandungan Natriun dan Yodium dalam garam. Menyesuaikan dosis yang tepat untuk setiap orang adalah penting untuk menjaga kesehatan anda. Terapkan pola hidup sehat dengan konsumsi garam dengan bijaksana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *